• Kesulitan Membaca Teks Bahasa Arab



    KESULITAN MAHASISWA SEMESTER 3 JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA ARAB IAIN KEDIRI DALAM MAHARAH QIRO’AH (MEMBACA)


    IBNU THOHIR 932506915
    KELAS RABU 14.40-16.20

    ABSTRAK
    Penelitian tentang Kesulitan Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab semester 3 STAIN Kediri dalam Maharah Qiro’ah didasarkan pada kemampuan mahasiswa yang berbeda-beda. Tujuan dari penelitian ini antara lain 1) untuk mengetahui bentuk kesulitan yang dihadapi mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Arab semester 3  STAIN Kediri, 2) untuk mengetahui faktor penyebab munculnya kesulitan tersebut, 3) untuk mengetahui solusi yang relevan dengan kesulitan-kesulitan tersebut. Untuk melakukan penelitian tersebut, peneliti menggunakan metode pendekatan deskriptif  kualitatif, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata atau tulisan dari sumber data yang diamati. Hasil dari penelitian ini adalah mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Arab mengalami banyak kesulitan dari kemahiran berbahasa membaca (Maharah Qiro’ah) karena banyak faktor yang menyebabkan munculnya kesulitan tersebut baik dari dalam individu itu sendiri maupun dari luar individu.
    Kata kunci: Maharah Qiro’ah, Kesulitan dalam Maharah Qiro’ah.
    Kesulitan merupakan hal wajar yang terjadi dalam proses pembelajaran. Siswa akan mendapatkan kesulitan dalam membaca, diantaranya kesulitan tersebut adalah :
    a.         Huruf Zaidah, dalam bahasa Arab terdapat huruf yang tertulis tapi ketika dibaca tidak diucapkan, seperti dalam kata dan..dalam kata Dan dalam kata, huruf-huruf seperti ini menyulitkan siswa.
    b.        Huruf maqlub. Sebagian huruf tidak dibaca seperti yang tertulis, tetapi diganti dengan suara yang lain sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Seperti Lam sebelum huruf Syamsiah, Lam selalu diganti dengan huruf berikutnya, kemudian diidghomkan dua suara secara bersamaan seperti dalam kata Asyamsu. Sebagian siswa seringkali membaca kata ini dengan mengucapkan Lam tanpa diganti, tentu ini tidak benar.
    c.         Artikulasi yang sulit, kebanyakan siswa mendapatkan kesulitan dalam mengucapkan sebagian suara bahasa Arab. Lebih khusus lagi suara Thabiqoh , suara Halq dan suara tebal kesulitan ini terlihat ketika membaca jahar didalam hati.
    d.        Perbedaan arah. Kebanyakan penulisan bahasa dari kiri ke kanan. Adapun bahasa Arab ditulis dari kanan ke kiri, dan bahasa ibu merupakan bentuk yang pertama, maka ia akan mendapatkan kesulitan dalam membiasakan arah baru yang sesuai. Akan tetapi tidaklah sulit apabila guru dapat membiasakan penglihatan sisiwa terhadap harakat, tanda waqaf dan arah yang baru.
    e.        Keterlambatan membaca. Sebagian murid menghadapi kesulitan dalam membaca cepat, sedangkan dia membaca sangat lambat, huruf per huruf, suku kata per suku kata, dan kata per kata. Sedangkan bahannya banyak, dan biasanya merupakan keharusan cepat mengartikannya.
    f.          Membaca nyaring. Sebagian murid tidak mampu membaca dalam hati, maka jika kita perhatikan dia menyamarkan suaranya atau menggerakkan bibirnya atau membaca dengan jahar dan ini bukan membaca dalam hati. Murid yang tidak mampu membaca dalam hati biasanya kecepatan membacanya lambat, maka hal ini mengurangi kemampuan mengartikannya.
    g.         Mengulangi bacaan. Sebagian pembaca banyak mengulang-ulang kata dan baris-baris yang dibacanya, hal ini kadang dilakukan untuk meyakinkan kalimat atau maknanya. Akan tetapi tidak boleh melebihi waktu, karena akan memperlambat membaca.
    h.        Lamanya pandangan. Sebagian pembaca terlalu lama dalam melihat bahan bacaan dan tidak membebaskan matanya melihat keseluruhan, hal ini menyebabkan kehilangan waktu dan keterlambatan membaca.
    i.           Tidak mengetahui Qo’idah (tata bahasa) yang sesuai. Terkadang mahasiswa merasa kesulitan dalam membaca teks Arab tanpa syakal karena belum mengetahui Qo’idahnya dan kedudukan kata tersebut sebgai apa sehingga kata tersebutdibaca seperti apa. Kemudian mahasiswa juga harus mengetahui kalimat yang dibaca menggunakan susunan seperti apa, karena juga mempengaruhi terhadap penerjemahan kata ataupun kalimat.
    j.          Kosakata. Kadang pembaca mendapat kesulitan dalam metode kosakata yang tidak tersusun dan hanya terikat pada teks bacaan, hal ini memperlambat pengertian bacaan sehingga guru membantu murid membiasakan mengatasi kesulitan dengan sejumlah metode yang telah lalu. Untuk membaca teks yang baru diajarkan dulu kosakata yang baru pada teks tersebut.



    Ada dua faktor yang menyebabkan kesulitan tersebut, yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Faktor intrinsik adalah faktor yang berasala atau datang dari dalam diri individu tersebut. Sedangkan faktor ekdtrinsik adalah kebalikan dari faktor intrinsik, yaitu faktor yang berasal dari luar individu tersebut. Yang termasuk faktor intrinsik penyebab kesulitan tersebut adalah sebgai berikut:
    1.       Kepercayaan diri mahasiswa yang lemah.
    2.       Rasa takut salah membaca.
    3.       Adanya dugaan bahwa bahasa Arab adalah bahasa yang sulit dibanding bahasa yang lain.
    4.       Kurangnya minat mahasiswa untuk belajar lebih giat.
    5.       Kurangnya pengetahuan mahasiswa mengenai qo’idah, kosakata, dan susunan tarakib.

    Sedangkan yang termasuk faktor ekstrinsik penyebab kesulitan tersebut adalah sebagi berikut:
    1.       Lingkungan sosial yang tidak mendukung terjadinya lingkungan berbahasa Arab.
    2.       Pengajaran bahasa Arab masih kurang ditopang oleh faktor-faktor pendidikan yang memadai.
    3.       Kurangya motivasi dari tenaga pengajar, bisa juga dilakukan melalui sugesti positif bahwa membaca teks Arab itu mudah.
    4.       Teknik pengajaran yang terpisah-pisah.
    5.       Metode yang dilakukan oleh tenaga pengajar monoton sehingga membosankan mahasiswa.

    Dari faktor-faktor tersebut, peneliti dapat memberikan solusi untuk meminimalisir kesulitan dalam keterampilan membaca ini. Adapun beberapa solusi yang dapat digunakan antara lain:
    1.       Tenaga pengajar memilih secara tepat dan relevan metode yang digunakan.
    2.       Tenaga pengajar lebih kreatif dan variatif dalam menggunakan metode pembelajaran.
    3.       Tenaga pengajar lebih sering melakukan pendampingan, baik memberi motivasi maupun memberi sugesti positif kepada mahasiswa.
    4.       Mahasiswa harus meningkatkan kepercayaan dirinya.
    5.       Mahasiswa mempersiapkan dirinya untuk belajar lebih giat mengenai hal-hal yang harus diperhatikan dalam keterampilan membaca.
    6.       Memberikan sugesti positif kepada diri sendiri bahwa takut saah membaca adalah salah.
    7.       Tenaga pengajar dapat memberikan reward kepada mahasiswa yang dapat mencapai tujuan pembelajaran saat itu, agar memotivasi untuk belajar lebih giat lagi.
    8.       Memunculkan lingkungan berbahasa Arab.


  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar